Pendidikan Politik

Setelah beberapa kali turun ke beberapa lokasi di 4 Kabupaten dan 1 Kotamadya terdapat gambaran bahwasannya ada beberapa harapan dari Masyarakat yang hadir dalam sosialisasi guna mendapatkan Pendidikan Politik. Sekali lagi gw menyebut PENDIDIKAN POLITIK bukan KAMPANYE. Kenapa? Karena ternyata masih banyak ditemui masyarakat yang berkenan memilih bukan karena hanya amplop. Hal ini jelas merupakan sebongkah harapan bagi PSI untuk meraih suara dari masyarakat yang memang menginginkan perubahan ke arah Indonesia yang lebih baik. Beberapa harapan masyarakat yang hadir saat gw berikan Pendidikan politik antara lain:
1. Gw tetap menyapa mereka alias tidak lupa dengan mereka apabila sudah duduk di Legislatif
2. Gw tetap konsisten untuk mengangkat program yang gw sampaikan dalam sosialisasi
3. Gw tidak korup sebagaimana para wakil rakyat yang saat ini banyak diberitakan oleh media massa
4. Gw tetap aktif di Parlemen dan tidak sering membolos dari agenda meeting seperti banyak mereka lihat dari media
5. Mereka meminta gw untuk membangun A, B, C, atau memberikan bantuan D, E, F saat gw sudah duduk di Dewan
6. DLL

Nach….. dari ke-6 point tersebut, rasanya harapan 1 s/d 4 bisa dan harus gw lakukan sebagai bentuk imbal balik atas dukungan mereka. Namun untuk nomor 5 adalah dampak kampanye dari para caleg terdahulu yang telah dan masih duduk di dewan. Kenapa? Ternyata dari penuturan masyarakat mereka kerap dijanjikan oleh caleg yang kampanye untuk dibangunkan ini dan itu serta dijanjikan untuk diberikan ini dan itu. Jelas ini merupakan pembodohan yang dilakukan oleh caleg terdahulu serta merupakan bentuk menghalalkakn segala cara demi meraup suara selain pemberian amplop dan serangan fajar di muka.

Sebagaimana kita ketahui, berdasarkan UU, ada 3 lembaga di Indonesia yaitu Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif. Perlu kita ketahui membangun A, B, C, ini dan itu serta memberikan bantuan dalam bentuk natura ini dan itu merupakan peran Eksekutif. Peran dan tugas Legislatif adalah membuat UU dan peraturan serta mengawasi jalannya roda pemerintahan yang dilakukan oleh Eksekutif dan Yudikatif.

Namun dengan penjelasan secara logis dan menggunakan Bahasa sederhana (terkadang gw kelepasan menggunakan high vocabularies), masyarakat yang hadir bisa mengerti dan memahami apa yang gw sampaikan. Dalam hal ini gw mengarahkan mereka untuk mengeliminir harapan di point ke lima dilakukan oleh caleg yang mereka pilih. Satu hal yang gw syukuri dalam melakukan Pendidikan Politik hingga hari ini adalah bahwasannya gw berbicara di hadapan masyarakat yang secara etnis dan religi berbeda dari gw, namun mereka menerima kehadiran dan penjelasan gw dengan baik. Meski sesekali memang perlu penterjemah dari Bahasa Daerah ke Bahasa Indonesia yang dilakukan oleh tandem dari caleg daerah. Sebagian masyarakat merasa lebih afdol bila menyampaikan uneg2 dalam Bahasa Daerah yang selanjutnya diterjemahkan oleh tandem caleg dalam Bahasa Indonesia. Selanjutnya gw menjelaskan dalam Bahasa Indonesia, karena mereka mengerti Bahasa Indonesia. Hal ini menjadi sinyal positif bahwasannya masyarakat kita masih memiliki konsep Bhinneka Tunggal Ika. HIDUP INDONESIA……

Salam dari Caleg PSI Dapil Lampung 1 Nomor Urut 2
#PSI
#CalegPSI
#PartaiSolidaritasIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *