UCAPAN SELAMAT HARI RAYA NATAL

Masih jelas terbayang di benak, berhubung gw anak bungsu, dulu waktu kecil gw yang biasa disuruh2 nganter rantang lurik 4 susun berisikan makanan dan kue2 ke tetangga yang beragama moslem di setiap hari raya Natal. Sebaliknya, di hari raya Idul Fitri, gw yang biasa duduk manis di teras menantikan hantaran dari tetangga. Wkwkwkwkkwkwk. It was a great moment dan rasanya semakin memudar dewasa ini.

Di era digital ini, teman2 moslem yang cukup moderat akhirnya mengirimkan ucapan Selamat Natal secara japri bukan di grup karena maraknya himbauan HARAM mengucapkan selamat natal bagi yang merayakan. Well, di satu sisi gw sangat appreciate akan tindakan bijak teman2 yang mengirimkan ucapan natal secara japri seperti ini, karena ybs tidak ingin menimbulkan riak gemuruh pertemanan di grup pertemanan yang di dominasi oleh teman2 yang menganut fatwa haram mengucapkan selamat natal. Namun ada juga yang teman moslem yang cukup transparan dengan mengucapkan Selamat Natal di timeline di wall masing2. Di sisi lain, gw juga membaca postingan bernada “manja” kalau tidak mau disebut mengeluhkan dari teman2 kristiani yang mempertanyakan fatwa haram mengucapkan selamat natal dari teman2 yang beraga moslem. Melihat hal ini secara pribadi gw terpikir jalan tengah sebagai berikut:
1. Buat teman2 Kristiani, yukkkk kita ucapkan terimakasih kepada teman2 non kristiani yang moderat dan transparan yang memberikan ucapan selamat natal
2. Buat teman2 Kristiani yang rada2 manja dan mellow, mari kita kikis mindset bahwa teman2 dari agama lain perlu dan harus mengucapkan selamat natal untuk kita. Mari tanamkan di benak kita, ada atau tidak ada ucapan selamat natal dari teman2 beragama lain, tidak mengurangi kegembiraan kita dalam merayakan natal. Kita juga perlu menghargai prinsip yang mereka anut karena tanpa ucapan selamat natal dari mereka, bukan berarti the end of the world dan Natal jadi batal.
3. Buat teman non kristiani yang moderat ataupun yang secara transparan mengucapkan selamat Natal, gw pribadi berterimakasih dan berharap mindset seperti ini tetap ada dan pertemanan kita tidak terkotak2 dari sisi agama.
4. Buat teman non kristiani yang memegang fatwa haram mengucapkan selamat natal kepada umat kristiani, yukkkk berikan kebebasan teman2 non kristiani untuk melakukan sesuatu yang menurut mereka nyaman dalam memberikan ucapan atau tidak. Tidaklah perlu mempengaruhi mereka dengan segala macam dalil dan iming2 keselamatan atau kaplingan surga akan hilang bagi mereka yang mengucapkan selamat natal.

So, dengan keempat point tersebut rasanya tidak perlu lagi ada perdebatan mengenai ucapan natal saat perayaan natal seperti ini. Mari kita gunakan energi kita ke hal2 yang lebih besar daripada hanya memperdebatkan boleh atau tidak boleh mengucapkan natal. Malu donk dengan negara lain yang sudah memikirkan kaplingan di planet lain sementara kita masih berkutat di kaplingan surga yang kita sendiri juga belum pernah merasakan surga tersebut. Surga sebenarnya ya di bumi ini di mana kita bisa harmonis satu sama lain meski kita berbeda pandangan politis, value, ras, agama, bahkan pilihan hidup.

The last but not the least, bagi yg sangat2 extrim dan masih berusaha mempengaruhi value ke orang lain, gw tetap membawa mereka dalam doa. Semoga kalangan ini segera mencapai surga yg diimpikannya. Bila perlu selepas membaca postingan ini 

Salam dari Caleg PSI Dapil Lampung 1 Nomor Urut 2
#PSI
#CalegPSI
#PartaiSolidaritasIndonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *