“Tukang Gergaji Kayu” di Kapal Penyebrangan

Tulisan kali ini gak ada bobot, sekedar menuangkan kejadian real yang berulang. Sejak September 2018 mostly di setiap weekend gw melakukan blusukan ke Lampung.  Untuk itu gw senantiasa menggunakan jasa kapal penyebrangan di malam hari.  Sebagian dari kapal penyebrangan ini menyediakan area lesehan sehingga penumpang bisa tiduran atau tidur beneran dari Pelabuhan Merak hingga Pelabuhan Bakauheni atau sebaliknya.  Area lesehan ini bersifat unisex sehingga siapa saja bisa lesehan dengan aturan main siapa cepat dia dapat space lesehan dan tidak memandang gender.

Bila kebetulan naik kapal sudah dalam moment penuh, gw lebih memilih nyelip lesehan diantara wanita, bukan karena sexual preference tetapi karena wanita biasanya kalo tidur gak ngorok.  Orang ngorok biasanya tidurnya cepet jadi.  Itu sebabnya meski baru merebahkan badan, sekejab kemudian terdengar suara dengkur

Dari keseringan tidur lesehan dengan berbagai orang yang tidak satupun gw kenal, secara tidak langsung gw bisa belajar mengidentifikasi mana orang yang bakalan ngorok, mana yang tidurnya adem ayem. Dalam kondisi area lesehan sudah agak padat dan tidak ada pilihan, bila ternyata orang di dekat kita ternyata ngorok, lebih bijak untuk bertahan daripada memilih hengkang dan mencari tempat lesehan lain. Kenapa?  Mendapatkan space lesehan yang lebih tenang tanpa suara ngorok belum tentu didapat, namun space lesehan yang kita tinggalkan sudah pasti dipakai orang lain.  Terkadang bila mendapatkan space lesehan yang berdekatan dengan orang ngorok strategi yang gw lakukan adalah membuat “keonaran” seperti batuk agak kenceng.  Sesekali berhasil membuat orang yang ngorok terjaga, namun tidak jarang sekejap kemudian dia terlelap lagi dan ngoroknya berlanjut.  Kadang gw terpikir untuk bunyiin petasan cabe agar semua terbangun dan kita semua start tidur dari awal lagi.  Dengan cara ini cukup fair untuk duluan duluanan terlelap.  Gw yakin, kalo gw yang duluan terlelap, penumpang lain berpotensi bisa terlelap juga karena tidak akan terganggu dengan gw yang sudah terlelap.  Kenapa?  Karena gw gak ngorok, terbukti gw terbangun karena suara ngorok dari orang lain bukan karena suara ngorok sendiri (itupun kalo gw ngorok) 😊.  Lagian gak mungkin donk Top Model terkenal di Bekasi, Babelan, Kranji, Kayuringin, Cikiwul, Ciketing Udik  tidur pake ngorok?  Apa kata dunia permodelan? 😊

Terlepas dari semua itu, gw tetap bersyukur bila dapat space lesehan meski ada yang ngorok.  Kenapa? Karena gw mengalami gangguan ini sebatas rentang waktu 2 hingga 3 jam di kapal.  Gak terbayang betapa tersiksanya jadi istri dari orang yang ngorok tersebut. Seumur hidupnya harus mendengar suara dengkuran yang bergemuruh seperti suara orang menggergaji kayu.

Salam dari Caleg PSI Dapil Lampung 1 Nomor Urut 2
#PSI
#CalegPSI
#PartaiSolidaritasIndonesia
#www.albertus-sitanggang.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *