Cocoklogi dalam Beriman

Sabtu pagi 9 Maret 2019 gw diajak teman untuk misa di Yayasan yang menangani anak2 berkebutuhan khusus.  Di benak gw, namanya misa ya pasti begitu2 juga, ada Romo dan misa then selesai.  Namun saat Romo M memberikan homily ada beberapa statement beliau yang mengusik keimananku.  Kenapa?  Kurang lebih statement Romo dalam homily sebagai berikut:  “Saya terlambat datang ke Yayasan Pelita Kasih karena ada halangan dalam perjalanan.  Saya tidak tahu apa yang terjadi apakah keterlambatan ini merupakan bencana atau berkah buat umat yang hadir di sini”.  Gw merasa tersentak dengan statement ini.  Kenapa?

Begini ceritanya.  Dalam rangka blusukan setiap weekend ke Lampung, gw sudah punya rencana untuk sowan ke Mgr Harun untuk minta doa restu, syukur2 mendapat dukungan meski gw tau dan sadar bahwa Gereja secara formal selalu bersikap netral dalam penyelenggaraan pemilu.  Lagipula terasa mustahil sosialisasi dan “menjual diri” ke Mgr Harun akan keikutsertaan gw sebagai Caleg DPR RI dari PSI.  Namun pagi itu gw datang ke Yayasan Pelita Kasih, tak lama berselang Mgr Harun datang dan kami bersalaman serta berbicara panjang lebar hampir 40 menit sambil menunggu kedatangan Romo M yang terlambat hadir.  Selama perbincangan 5 menit pertama gw ajak Mgr Harun ke arah pembicaraan umum mengenai latar belakang sekolah di Xaverius dan menceritakan beberapa guru yang juga guru Mgr Harun, karena kami sama sama sekolah di Xaverius Tanjung Karang meski beda angkatan jauh.  Ada kesempatan dan celah memberikan kartu nama, maka gw memberikan kartu nama.  Begitu melihat kartu nama dan tertera Albertus P Sitanggang, Mgr Harun malah berkata: “Ahhhh Sitanggang, halak hita……. Saya kira tadi Chinese”. Di situ satu poin positif gw dapat.  Yang tadinya Mgr Harun tidak kenal gw menjadi kenal.  Malah kembali gw “jualan” dengan menyebutkan ini budaya yang gw adopsi dari para professor sewaktu kuliah S3 di Turkey, dimana mereka memiliki dua kartu nama; satu kartu nama polosan tanpa gelar, dan satu lagi kartu nama dengan gelar akademik.  Gw “jualan” lebih lanjut bahwa gw memberikan kartu nama tanpa gelar karena gw dan Mgr berkenalan bukan dalam rangka civitas akademika.   Semakin dalam “jualan”  gw menyebutkan bahwa Albertus P Sitanggang juga nama yang gw cantumkan di kertas suara dalam pemilihan Caleg DPR RI April mendatang.  Disaat itu juga gw “Jualan” mengenai Partai Solidaritas Indonesia dan juga reasoning kenapa gw yang dulunya anak muda golput malah putar haluan menjadi Caleg DPR RI dari PSI, partai anak muda yang penuh integritas.

Selepas misa yang sebenarnya jauh dari ekspektasi gw, diadakan acara hiburan yang diisi oleh para guru dan murid2 disable.  Misa pagi itu adalah misa konselebran 3 Romo dengan satu Mgr, plus gw punya waktu berbincang2 secara intens dengan Mgr. Harun dalam waktu yang lumayan berharga.  Pada acara hiburan tersebut, gw memang tidak duduk dekat dengan Mgr dan Para Romo, namun di saat acara hiburan mata gw bertabrakan dengan mata Mgr yang sedang berbisik2 dengan Romo M.  Hal ini ada tiga atau empat kali terjadi secara tidak sengaja dimana Mgr berbisik2 ke Romo M.  Gw tidak tahu apa yang mereka diskusikan.  Ternyata Tuhan memberikan apa yang ada dibenak gw dengan caraNYA, sehingga gw tidak perlu sowan secara khusus ke Mgr, namun secara tidak sengaja memiliki waktu ngobrol dengan Mgr yang disediakan olehNYA dengan caraNYA yang tidak pernah gw rencanakan.

Minggu Pagi 10 Maret misa di Kedaton dipimpin oleh Romo M juga. Sebelum memulai homily, Romo M mengatakan di podium bahwa Romo harus menyampaikan pesan dari Bapak Uskup di dalam homily yang sebenarnya merevisi homily yang sudah disiapkan Romo beberapa hari lalu.  Namun karena instruksi melalui WA kepada Romo maka Romo memodifikasi materi homily agar content yang dipesankan oleh Mgr disampaikan oleh seluruh Romo di Kesukupan terkait pemilu April 2019.  Sedikit yang kocak di telinga gw adalah Romo M harus turun dari podium dan menjauh dari mike sambil berkata:  “Mgr Harun mengajak seluruh Umat Katolik untuk tidak golput pada pemilu April 2019 mendatang. Gunakan hak pilih kalian.  Kalau ada caleg dari kalangan kita baik di Kota/ Kabupaten, Provinsi terlebih caleg RI, baiklah kita pilih mereka.  Bila mereka datang ke komunitas kalian untuk sosialisasi, terimalah mereka dengan baik, karena mereka adalah bagian dari komunitas gereja.  Kita di dalam gereja tidak boleh berpolitik praktis, tapi di luar sana bila ada saudara kita yang sedang berkontestasi dalam pileg, dukung mereka”  Meski homily Romo M tidak spesifik menuju ke PSI atau gw, tapi paling tidak terasa bahwa “kulakan“ gw dalam bincang bincang selama 40 menit bersama Mgr ada yang terserap.  Entahlah….. ini sekedar cocoklogi dalam beriman atau fantasi gw yang keGRan. Wkwkwkkwkwkwkkkwk.

Salam dari Caleg PSI Dapil Lampung 1 Nomor Urut 2
#PSI
#CalegPSI
#PartaiSolidaritasIndonesia
#www.albertus-sitanggang.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *