Funny and Fools

Hi Semua……… Halaman ini berisikan cerita dan pengalaman pribadi yang sifatnya lucu dan ringan ringan saja, namun memiliki benang merah yang bisa diambil.  TKP cerita bisa di dalam dan luar negeri yang dan didukung dengan foto terkait sebagai barang bukti 🙂 So….. selamat menikmati serial funny and fools nya.   Salam Solidaritas Nomor Urut 2

Funny and Fools 1

Reuni dengan temen2 sekolah tentunya menyenangkan setelah sekian lama tidak pernah bertemu dengan teman2 putih abu2. Acara Reuni diadakan di halaman SMAN I Tanjungkarang dan juga dihadirioleh Bapak Ibu guru yang dulu mengajar kami. Diantara pertemuan terdapat satu percakapan dengan salah satu teman yang awalnya gw lupa namanya tapi familiar dengan wajahnya. Kurang lebih percakapan tersebut sebagai berikut:
X : "Hi Pin..... apa kabar?" sapa salah seorang teman yang mengulurkan tangannya ke gw dengan senyum ramah. Jabat tangan tersebut gw terima dengan hangat juga dan senyum ramah sambil berusaha mengingat ingat nama teman tersebut, namun sebisa mungkin tidak kentara karena dia inget nama gw. Untuk kamuflase maka gw respon dia dengan sapaan bro
Gw: "Hi bro..... kabar baik". " Wah lama juga ya gak ketemu. Terakhir kita ketemu di Unila waktu kuliah kan?"
X: "Iya"
Asyikkkk.... kamuflase pertama terlewati dan aman, ternyata dia anak Unila juga. Lanjut..... pikir gw
Gw: "Wisuda bareng kan dulu kita dari ekonomi?"
X: "Nggak..... keknya loe duluan". "Lagian gw dulu bukan Ekonomi, tapi FKIP"
hukkkkkk...... salah ingatan gw, tapi masih pasang style cool dan meralat
Gw: "Eh iya...... loe FKIP, soalnya ada temen gw di ekonomi mirip banget ama loe bro". Kebohongan pertama dan masih belum inget nama dia
X: " Gw Rahman.... dulu kita sekelas di SD"
Gw: "Achhhh Iya...... gw inget lah waktu kita jaman SD main kasti bareng Man". Sambil tepuk2 pundak dia. Sdh gak pake sebutan bro lagi karena sdh tau nama, sambil menyebutkan beberapa nama teman SD dan bercerita masa masa2 SD
X: "Selepas SD gw ke SMPN I Tanjungkarang"
Gw: " Nach.... kalo gw ke SMP Xaverius Man". "Trus dr SMP 1 loe lanjut ke SMA mana Man?"
X: " ya SMAN 1 lah bareng loe lagi, ini kita masih reuni di SMA1. Gimana sehhh loe?"
Gw: "@#$%^!&*()(*&%+

Benang merah yang bisa diambil adalah, Tetap fokus meski dalam suasana senang bertemu teman lama agar tidak menimbulkan aib. Aqua mana...... aqua.....

Funny and Fools 2

Bandara Tribuvana, Kathmandu

Skenario awal adalah bermalam di Bandara Tribuvana, Kathmandu karena besok paginya jam 8 harus terbang lagi ke Pokhara. Terpikir untuk ngampar di bandara karena hal ini banyak dan sering gw temui di berbagai bandara dilakukan oleh para backpakers. Namun begitu liat kondisi Bandara, koq gak ada space yang layak untuk bermalam dan ngampar sebagaimana di bandara2 lain di negara2 yang pernah gw jalani? Maka gw mencoba beranjak ke lobby. Counter pariwisata gak ada orang, namun gw nemu peta bekas pake. Lumayan buat cari informasi penginapan di daerah Thamel, karena gw lupa screen shoot hotel di Thamel yang sdh gw booked buat 2 hari terakhir di Nepal. Ongkos taksi karena sudah lewat jam 21 seharga 8000 rupee dan gak bisa di tawar. Bolak balik cari info penginapan di map koq masih belum sreg.

Saat gw sedang cari2 info penginapan, terdengar suara argumentasi antara seorang traveler dengan calo taksi. Gw simak isi argumentasi mereka. Ternyata si traveler merasa bahwa charge taksi yang dia bayar terasa mahal dan minta dikembalikan. Si calo bersikukuh tidak mau mengembalikan. Iseng gw samperin dan gw berusaha seolah adalah teman si traveller. Karena alot dan hampir tidak ada titik temu antara si traveller dan si calo, maka gw bisikin si traveler dengan menawarkan bahwa gw bayar dia 4000 rupe untuk sampai Thamel sehingga kami bisa naik satu taksi. Jadi 8000 rupe yang dia bayar gw sarankan ya biarkan 8000, setiba di thamel gw bayar dia 4000. Awalnya si calo gak mau saat si traveler bilang bahwa gw ikut dia, karena maunya bayaran dua orang. Si Traveller bilang bahwa kami temanan dan memang janjian ketemu di bandara untuk bareng ke Thamel.
Akhirnya naiklah gw dengan si traveller, meski gw juga gak tau nama dan asal dia dari mana. Di dalam taksi baru kami saling menyebutkan nama dan Negara asal. Karena gw belum menemukan dan menentukan hotel tempat menginap, maka gw ikut ke hotel yang dia booked. Dia berasal dari Mesir dan kami saling diskusi lokasi mana yang akan kami jalani. Karena beda lokasi tujuan perjalanan maka kami sepakat untuk bersama hingga di Thamel saja dan gw ikut dia turun di hotel yang sama. Saat dia check in, gw tanya ke resepsionis dan ternyata masih ada kamar kosong. Ngineplah gw di hotel tersebut dan ambil paket tanpa sarapan karena jam 6 harus segera ke bandara lagi. Perjalanan hari ini selesai dan dapat tempat nginep bagus, ongkos taksi separoh harga karena ambil kesempatan win win solution dari orang yang berdebat di depan mata. Whuakakakakak. Sebelum masuk ke kamar, gw bayar 4000 ke si Omar, traveler dari Mesir sebagai patungan ongkos taksi yang kami naikin bareng.

Benang merah dari cerita ini: selalu ada cara untuk save the cost bila mampu melihat peluang